Uptrend
  • Regional
    RegionalTampilkan Lebih Banyak
    Polisi Ungkap Pencurian 600 Batang Besi Ulir dari Dua Trailer di Serang
    Waktu Baca 6 Menit
    Kebumen Buka Peluang Kerja Sama dengan Australia di Sektor Wisata, Pendidikan, dan Perdagangan
    Waktu Baca 6 Menit
    Kolaborasi Kebumen-Australia Berpeluang Perkuat Wisata dan Pendidikan
    Waktu Baca 6 Menit
    Tumpukan Sampah Kuasai Lahan Calon Embung di Kampung Dukuh
    Waktu Baca 4 Menit
    Krisis Air Meluas, Pemkab Bandung Barat Percepat Pembangunan 48 Sumur Bor
    Waktu Baca 3 Menit
  • Nasional
    NasionalTampilkan Lebih Banyak
    Kasus Keracunan MBG Sidoarjo Meluas, Ratusan Santri dan Siswa Terdampak
    Waktu Baca 5 Menit
    Diduga Kehilangan Konsentrasi, Pengemudi Outlander Tabrak Warga hingga Tewas
    Waktu Baca 4 Menit
    936 Hektare Lahan Terbakar di Kaltim, DPR Desak Evaluasi Penanganan Karhutla
    Waktu Baca 4 Menit
    Insiden Tertemper Selesai Ditangani, KRL Jabodetabek Kembali Beroperasi
    Waktu Baca 3 Menit
    BMKG Pantau Ribuan Gempa Susulan di NTT, Aktivitas Diperkirakan Berangsur Reda
    Waktu Baca 4 Menit
  • Ekonomi
    EkonomiTampilkan Lebih Banyak
    Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia
    Waktu Baca 1 Menit
    Harga Minyak Dunia Melonjak Hampir 10 Persen dalam Sepekan
    Waktu Baca 4 Menit
    Harga BBM Pertamina Turun, Berikut Daftar Tarif Terbaru Berlaku 17 Juli 2026
    Waktu Baca 2 Menit
    Dari B40 ke B50, Indonesia Masuk Babak Baru Biodiesel
    Waktu Baca 6 Menit
    Stok BBM Menipis di Medan, Pengendara Rela Mengantre hingga Berjam-jam
    Waktu Baca 2 Menit
  • Pendidikan
    PendidikanTampilkan Lebih Banyak
    DPR Soroti Rencana Ajarkan 8 Bahasa Asing Sejak Sekolah Dasar
    Waktu Baca 5 Menit
    Pemkot Semarang Perluas Akses Pendidikan Lewat Program Sekolah Swasta Gratis
    Waktu Baca 2 Menit
    SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Semarang Sediakan 6.000 Kursi Sekolah Gratis
    Waktu Baca 2 Menit
    Pemkot Semarang Bayar Tunggakan SPP 122 Siswa dari Keluarga Tidak Mampu
    Waktu Baca 13 Menit
    LPDP Respons Polemik Alumni Pamer Status WN Inggris Anak
    Waktu Baca 2 Menit
  • Olahraga
    OlahragaTampilkan Lebih Banyak
    Spanyol Taklukkan Argentina dan Jadi Juara Piala Dunia 2026
    Waktu Baca 2 Menit
    Spanyol Hadapi Argentina di Final Bersejarah Piala Dunia 2026
    Waktu Baca 2 Menit
    Clean Sheet Beruntun, Prancis Makin Dekat dengan Final Piala Dunia 2026
    Waktu Baca 2 Menit
    Mesir Ajukan Protes Resmi ke FIFA atas Kepemimpinan Wasit Francois Letexier
    Waktu Baca 3 Menit
    Wali kota Agustina Benahi Stadion TLJ, Siapkan Semarang Jadi Magnet Sport Tourism Jawa Tengah
    Waktu Baca 3 Menit
  • Teknologi
    TeknologiTampilkan Lebih Banyak
    Masuk Jaringan ASEAN, Wali Kota Agustina Perkuat Tata Kelola Smart City Kota Semarang
    Waktu Baca 3 Menit
    Pemkot Semarang dan Ilkom Undip Gelar Kampanye #Ngadudilaporsemar untuk Percepat Respon Penanganan Banjir
    Waktu Baca 3 Menit
    Terbaik dalam Transformasi Digital, Kota Semarang Boyong Penghargaan GM-DTGI Award 2025
    Waktu Baca 4 Menit
    Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Puji Dukungan Masyarakat Mewujudkan Semarang Wegah Nyampah
    Waktu Baca 2 Menit
    Aplikasi Ayo Kerjo, Buktikan Serapan Tenaga Kerja di Jateng Tertinggi Nasional
    Waktu Baca 9 Menit
Membaca: 4 Fakta Bentrokan Warga di Adonara NTT yang Menewaskan Tiga Orang
Bagikan
Rabu, Sep 16, 2026
UptrendUptrend
Font ResizerAa
  • Regional
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Teknologi
Search
  • Regional
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Teknologi
Have an existing account? Sign In
Follow US
Beranda » Blog » 4 Fakta Bentrokan Warga di Adonara NTT yang Menewaskan Tiga Orang
Nasional

4 Fakta Bentrokan Warga di Adonara NTT yang Menewaskan Tiga Orang

Muhammad Noorman
Terakhir diperbarui: 20 Juli 2026 9:35 am
Muhammad Noorman
Dipublikasikan 20 Juli 2026
Bagikan
Bagikan

Jakarta – Bentrokan antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak di Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali terjadi. Insiden tersebut mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, lima warga mengalami luka ringan, dan 20 rumah terbakar.

Contents
1. Tiga Orang Meninggal Dunia2. Sebanyak 20 Rumah Terbakar3. Guru dan Siswa Dievakuasi Melalui Jalur Laut4. Personel Gabungan TNI-Polri Disiagakan

Konflik pecah pada Sabtu (18/7/2026) pagi. Perselisihan antara warga kedua desa diketahui telah berlangsung cukup lama dan diduga dipicu oleh sengketa kepemilikan tanah adat yang belum menemukan penyelesaian.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur sebelumnya telah berupaya memediasi kedua pihak. Namun, bentrokan kembali terjadi. Pada 9 Mei lalu, konflik serupa juga menyebabkan belasan rumah terbakar dan tujuh warga terluka akibat terkena peluru hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Berikut empat fakta terkait bentrokan tersebut:

1. Tiga Orang Meninggal Dunia

Sebanyak tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat bentrokan tersebut. Dua korban berasal dari Lewonara, Desa Narasaosina, sedangkan satu korban lainnya berasal dari Belle, Desa Waiburak.

Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, mengatakan dua korban telah dimakamkan pada Sabtu. Sementara itu, satu korban lainnya yang baru berhasil dievakuasi dijadwalkan dimakamkan pada Minggu (19/7/2026).

2. Sebanyak 20 Rumah Terbakar

Kasi Humas Polres Flores Timur, AKP Eliezer A. Kalelado, menyampaikan bahwa bentrokan tersebut tidak hanya menewaskan tiga orang, tetapi juga menyebabkan lima warga mengalami luka ringan.

Selain itu, sebanyak 20 rumah warga dilaporkan terbakar akibat konflik tersebut. Pihak kepolisian masih terus melakukan pendataan untuk memastikan jumlah korban dan kerusakan yang ditimbulkan.

3. Guru dan Siswa Dievakuasi Melalui Jalur Laut

Sejumlah guru dan siswa SMPN 1 Adonara Timur harus dievakuasi melalui jalur laut karena berada di sekitar wilayah konflik. Mereka sebelumnya sedang mengikuti kegiatan perkemahan.

Sebanyak sembilan siswa dan dua guru dipulangkan lebih awal karena situasi keamanan yang semakin memanas. Para siswa yang berasal dari wilayah Belle, Desa Waiburak, dievakuasi menggunakan sampan kayu.

Kegiatan perkemahan yang seharusnya berlangsung hingga Minggu akhirnya dihentikan agar seluruh peserta dapat segera kembali ke rumah masing-masing dengan aman.

4. Personel Gabungan TNI-Polri Disiagakan

Personel gabungan TNI dan Polri masih ditempatkan di wilayah Adonara Timur untuk menjaga keamanan setelah bentrokan. Penjagaan akan terus dilakukan hingga kondisi dinyatakan benar-benar aman dan terkendali.

Kepolisian meminta masyarakat tetap tenang, menjaga ketertiban, serta tidak mudah terpengaruh oleh kabar atau informasi yang belum terverifikasi.

Masyarakat juga diimbau untuk mengutamakan persaudaraan, menyelesaikan permasalahan dengan kepala dingin, dan menyerahkan proses penanganan konflik kepada pihak berwenang agar situasi di Adonara Timur kembali damai dan kondusif.

Bagikan Artikel Ini
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru

Kasus Keracunan MBG Sidoarjo Meluas, Ratusan Santri dan Siswa Terdampak

Muhammad Noorman
Muhammad Noorman
4 September 2026
Diduga Kehilangan Konsentrasi, Pengemudi Outlander Tabrak Warga hingga Tewas
Teguh Sebut Kantor Bank Masih Tutup Saat AMPB Coba Urus Pemblokiran
936 Hektare Lahan Terbakar di Kaltim, DPR Desak Evaluasi Penanganan Karhutla
Insiden Tertemper Selesai Ditangani, KRL Jabodetabek Kembali Beroperasi
Uptrend
  • Syarat & Ketentuan
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami

M enyajikan berita terbaru, terkini Indonesia, dunia, seputar politik, hukum kriminal, peristiwa

Kategori

  • Regional
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Teknologi

© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?